.

.

Kamis, 06 Maret 2014

INFO UNIK


Patung Pancoran Dan Kisah Sedih Dibalik Pembuatannya


PATUNG PANCORAN dengan nama lain Monumen Patung Dirgantara adalah salah satu monumen patung yang terdapat di Jakarta. Sebelumnyakami pernah posting tentang makna patung patung di jakarta. Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.
Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta. Sedangkan proses pengecorannya dilaksanakan oleh Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono. Berat patung yang terbuat dari perunggu ini mencapai 11 Ton. Sementara tinggi patung itu sendiri adalah 11 Meter, dan kaki patung mencapai 27 Meter. Proses pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek pelaksana.

Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI di tahun 1965.

Rancangan patung ini berdasarkan atas permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara. Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat Jujur, Berani dan Bersemangat. Total biaya pembuatan Patung Dirgantara atau Patung Pancoran pada tahun 1964 adalah 12 juta rupiah.

Biaya awal ditanggung oleh Edhi Sunarso, sang pemahat. Bung Karno menjual mobil pribadinya seharga 1 juta rupiah pada waktu itu. Pemerintah sendiri hanya membayar 5 juta rupiah. Sisanya, sebesar 6 juta rupiah, menjadi hutang pemerintah yang sampai saat ini tidak pernah terbayar.

Manusia besar dengan gagasan besar. Itu sebuah julukan lain buat Bung Karno. Ciri-ciri manusia besar, terletak pada peninggalannya yang kekal. Dalam beberapa hal, Bung Karno memenuhi kriteria itu. Ajarannya tentang Marhaenisme, penemuan ideologi Pancasila, serta semangat kebangsaan, setidaknya masih bisa kita rasakan hingga detik ini. Sekalipun ia “dikubur” tiga dasawarsa lamanya, jejak-jejak peninggalan dan karya besar Bung Karno bergeming dari gerusan zaman.

Selain ide dan gagasan berupa isme, ajaran, spirit, dan nilai-nilai sosial dan politik, Bung Karno juga mewariskan monumen-monumen. Ia menggagas pembangunan masjid Istiqlal yang ia targetkan melebihi kekokohan candi borobudur. Ia merancang tugu selamat datang di Bundaran HI yang menjadi icon ibukota. Ia mendirikan tugu pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng. Ia juga mengobarkan semangat bangsa melalui Patung Dirgantara di Pancoran.
Nah, yang disebut terakhir, adalah fokus tulisan ini. Boleh dibilang, itulah peninggalan terakhir Bung Karno. Digagas tahun 1965, saat matahari kekuasaannya sudah condong ke barat. Adalah pematung Edhi Sunarso yang mendapat kehormatan, mengerjakan pembuatan patung itu. Sahabat anehdidunia.com Edhi adalah pematung kesayangan Bung Karno. Ia pula yang ditunjuk membuat patung “Selamat Datang” di Bundaran HI.

Edhi ingat persis, ketika instruksi Bung Karno diterimanya. Hatinya sempat mandeg-mangu, ragu-ragu, bimbang, dan galau. Sebagai seniman patung, ia belum pernah sama sekali membuat patung dengan bahan perunggu. Sementara perintah Bung Karno jelas, ia menghendaki patung dengan bahan perunggu.

Saat raut wajahnya sulit menyembunyikan perasaan hatinya, Bung Karno segera paham. Maka, berkatalah Bung Karno kepada Edhi, “”Hey Ed, kamu punya rasa bangga berbangsa dan bernegara tidak? Apa perlu saya menyuruh seniman luar untuk mengerjakan monumen dalam negeri sendiri? Saya tidak mau kau coba-coba, kau harus sanggup.”

Waktu satu minggu yang diberikan Bung Karno, dijawab tuntas oleh Edhi dengan mengumpulkan teman-teman pematung di Yogya, dan mewujudkan harapan Bung Karno dalam replika yang terbuat dari gypsum. Gaya melambaikan tangan laiknya orang menyambut kedatangan sahabat, diperagakan langsung oleh Bung Karno. Gaya itu pula yang kemudian menjadi model pada patung Tugu Selamat Datang di bundaran HI.

Nah, lain lagi kisah Patung Dirgantara, Pancoran. Proyek itu sempat mangkrak, alias terhenti. Peristiwa 30 September 1965, adalah pemicu terancam gagalnya pembuatan patung itu. Bung Karno menghadapi hantaman dari dalam negeri. Ia didemo nyaris tiap hari. Klimaksnya adalah penolakan MPRS atas pertanggungjawaban Bung Karno, terhadap peristiwa pemberontakan PKI tadi. Buntutnya sama-sama kita ketahui, Bung Karno dilengserkan, dan Soeharto diorbitkan.

Nasib patung Dirgantara yang digagas Bung Karno sebagai simbol semangat bangsa, terombang-ambing. Meski begitu, Bung Karno bukan manusia yang meninggalkan sejarah ke-plin-plan-an. Bung Karno tidak pernah mengajarkan sikap yang kurang bertanggung jawab. Alhasil, sekalipun nasibnya sendiri di ujung tanduk. Posisinya sebagai presiden terancam. Tekanan dalam dan luar negeri menghimpit dirinya, Bung Karno tetap komit.

Ia menyempatkan diri untuk memantau perkembangan proyek patung dirgantara tadi. Kepada Bung Karno, dengan nada prihatin, Edhi melaporkan kemandegan proyek tadi. Sekalipun pedestial atau tiang penyangga patung sudah selesai, tapi pekerjaan terancam mandeg, karena pemerintahan transisi tidak menggubrisnya. Di sisi lain, dalam status tahanan politik, dalam kondisi badan yang makin ringkih digerogoti sakit ginjalnya, Bung Karno keukeuh menuntaskan proyek terakhirnya.

Edhi sendiri tak sanggup meneruskan pekerjaan itu, mengingat dirinya pun sudah dililit utang untuk pekerjaan itu. Maklumlah, semua proyek pembuatan monumen yang ia kerjakan atas perintah Bung Karno, tidak menggunakan semacam dokumen perintah resmi negara. Murni soal kepercayaan.

Atas kondisi tersebut, Bung Karno lantas memanggil Edhi dan memberinya uang Rp 1,7 juta. Belakangan Edhi baru tahu, uang itu hasil penjualan mobil pribadi Bung Karno. Dengan uang itu, sekalipun belum cukup menutup semua biaya, Edhi langsung menuntaskan pengerjaan patung Dirgantara.

Alkisah… di pagi yang cerah, di hari Minggu tanggal 21 Juni 1970, Edhie sedang berada di puncak Tugu Dirgantara. Tiba-tiba, melintas iring-iringan mobil jenazah. Salah seorang pekerja di bawah sontak memberi tahu Edhi, bahwa yang barusan lewat adalah iring-iringan mobil jenazah… jenazah Bung Karno, sang penggagas Tugu Dirgantara.

Lemas lunglai Edhi demi mendengar berita itu. Ia pun langsung turun dari puncak Tugu Dirgantara, dan menyusul ke Blitar, memberi penghormatan terakhir kepada Putra Sang Fajar.

Belum usai duka berlalu, Edhi bersemangat menuntaskan amanat terakhir Bung Karno. Sekalipun pekerjaan itu meninggalkan utang negara. Sekalipun patung itu tidak pernah diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Tugu Dirgantara tegar berdiri, menggelorakan semangat, mengekspresikan wajah Gatotkaca. Wajah perkasa yang menyimpan duka di balik pembuatannya.
Beberapa cerita tentang misteri acungan tangan patung pancoran
  • Konon patung pancoran menunjuk sebuah tempat dimana bung karno meletakkan harta kekaya'annya yg dipercaya dapat melunasi hutang negara.
  • Beberapa orang menceritakan bahwa patung ini menghadap ke sebuah pelabuhan sunda kelapa yang merupakan jantung peradaban bangsa indonesia selama di jajah belanda.
  • Namun ada juga yang bilang dulu maksud di bangunnya tugu pancoran adalah untuk menyatakan bahwa kiblat politik indonesia adalah ke RUSIA arah komunis???
  • Tugu pancorana punya nama asli patung dirgantara jadi arah utara yang di tunjukan oleh jari tugu pancoran tersebut adalah lokasi bandara di jakarta yang dulu ada di kemayoran jakarta sebelum di pindah kan ke cengkareng 
Bagaimanapun juga cerita dari tugu pancoran atau patung pancoran tersebut, sesekali sempatkan untuk mengagumi hasil karya anak bangsa kita dan ambil hikmah postifnya bahwa tugu tersebut masih semangat tegak berdiri bagaimanapun permasalahan yang dihadapi bangsa kita ini. SEMANGAT!!!
 

Info Info Unik

Unik, Beginilah Jadinya Jika Bendera Negara Terbuat Dari Makanan

Bagi sebuah negara, keberadaan bendera nasional adalah wajib dan sakral. Namun di tangan para fotografer bendera tidak lagi dimaknai sebagai sebuah entitas yang kaku, bendera pun bisa disulap menjadi sebuah obyek foto yang menarik. Perusahaan periklanan yang berbasis di Australia membuat berbagai macam bendera yang terbuat dari makanan khas negara yang bersangkutan. Makanan eh bendera ini nanti akan dipajang di ajang Sidney International Food Festival. Seberapa lezat eh unik bendera tersebut? yuk kita lihat di artikel Anekainfounik berikut ini.
India
Nasi, kari, dan sayuran membentuk menjadi bendera India, sungguh cocok dengan negara tersebut yang banyak memiliki makanan berempah dan berkari.
Brazil.
Beralas daun pisang, diatasnya ada lemon, potongan nanas dan buah markisa.
Italia
Terbuat dari basil, spageti, dan tomat. Sangat khas dengan masakan negara tersebut.
Australia
Bendera Australia ini terbuat dari pai daging.
China
Bendera China terbuat dari daging buah naga dan diatasnya terdapat potongan belimbing.
Inggris.
Bendera Inggris terbuat dari biskuit dengan selai diatasnya.
Yunani
Bendera Yunani terbuat dari biji zaitun dan keju Feeta.
Prancis
Bendera Prancis terbuat dari keju biru, brie, dan anggur merah.
Thailand
Bendera Thailand terbuat dari saus cabe, parutan kelapa, dan kepiting.
Indonesia.
Bendera Indonesia nampak simple namun sangat "menggigit", terbuat dari nasi dan sambal.
Jepang
Terbuat dari potongan Sashimi.
Korea Selatan
Terbuat dari kimbab yang mengelilingi saos "Yin Yang"
Vietnam
Bendera Vietnam terbuat dari buah leci, Rambutan, dan Belimbing.
Turki
Turki terbuat dari Lokum atau sejenis permen kenyal khas Turki.
Swiss
Bendera Swiss terbuat dari daging Charcuterie dan Emmental atau biasa disebut keju Swiss.
Lebanon.
Terbuat dari Lavash dan fattoush.
Amerika
Bendera Amerika terbuat dari tumpukan hotdog dan sebagai bintangnya adalah mustard kuning.
enerima devil di d
enerima devil di d

Rabu, 05 Maret 2014

Aneka info unik


Beginilah Kacaunya Lalu Lintas Di Swedia Ketika Pengendara Mobil Disuruh Pindah Lajur

Negara-negara di dunia mengadopsi peraturan lalu lintas nya sendiri-sendiri, Indonesia misalnya mewajibkan kendaraan berjalan di sebelah kiri dengan setir di sebelah kanan, negara lain menggunakan peraturan yang sebaliknya. Sekarang bagaimana jika peraturan tersebut dibalik? Nah ternyata beberapa negara ini pernah merubah peraturan lalu lintasnya, hasilnya tentu saja adalah kekacauan.
Swedia misalnya, pada tanggal 3 September 1967 yang dikenal sebagai Högertrafikomläggningen (disingkat H-Day) memutuskan agar merubah jalur berkendara yang awalnya di kiri jalan menjadi kanan jalan. Dan beginilah kondisi lalu lintas yang berhasil diabadikan waktu itu. 
Lalu kenapa Swedia mesti repot-repot berganti lajur kendaraan? ternyata diantara negara Eropa lain hanya Swedia dan Inggris yang mengemudi di lajur kiri. Menyebabkan kebingungan ketika tetangga-tetangga Swedia seperti Finlandia dan Norwegia berkendara ke wilayah Swedia. Selain itu mayoritas kendaraan di Swedia merupakan kendaraan buatan Amerika Serikat yang memiliki setir di sebelah kiri
Untuk mensukseskan program pindah lajur pemerintah Swedia melakukan sosialisasi besar-besaran di berbagai media, membuat sayembara lagu mengenai pemindahan jalur ini, dan menempelkan poster seperti diatas ke penjuru negeri. 
Namun tetap saja ketika hari - H tiba tetap terjadi kekacauan lalu lintas, karena kebanyakan pengendara lupa harus berjalan di lajur mana. Tercatat terjadi 125 kecelakaan non fatal di minggu-minggu pertama penerapan kebijakan ini, namun berangsur-angsur kembali normal di tahun 1969.